Mangsa (Eps 2)
Cerita sebelumnya Mangsa Eps 1 ...tetapi takdir sepertinya punya rencana lain. Dingin yang menusuk tulang kini semakin tak terasa seiring ketegangan yang menjalar di udara. Tim 2 bergerak dengan cepat menuju rumah yang kutemukan. Pandawa memimpin, diikuti oleh Rio dan Levi yang siaga di belakangnya. Kami semua tahu, satu langkah keliru bisa berarti malapetaka. Suara langkah kaki mereka terdengar pelan, semakin menjauh menuju rumah yang tampak tua dan rapuh. Sementara itu, kami menunggu dalam diam, mendengarkan deru angin yang membawa suara-suara aneh. Jantungku berdebar keras. Sejak bergabung dengan tim ini, aku sudah melihat hal-hal yang tak masuk akal, hal-hal yang membuatku ragu apakah aku benar-benar siap untuk ini. "Kapten, kau dengar itu?" bisik Letnan Deris, suaranya nyaris tertelan angin. Aku mengangguk, mendengar suara samar yang tak seharusnya ada di tempat terpencil seperti ini. Suara seperti gesekan benda tajam di tanah, atau mungkin rantai yang diseret. Entah ...