Cerpen : Lantas Kemana Dia Pergi? (Bag 5 : Pergilah)
Sebelumnya bagian 4 "Meta... Tapi aku...", seketika suara ini terhenti saat bel masuk berbunyi. Dan perlahan Tika pun kembali ke kelas. Disaat itulah dimana aku tak bisa menyapanya walaupun kami berdekatan. Sepertinya ucapan dia terakhir, " jangan temui aku lagi An" masih terngiang dipikiran ini. Jam istirahat pun berbunyi. Aku hanya diam ditempat duduk, memandangi Tika. Oh Tuhan, dia terlihat cantik sekali. Mengapa juga aku hianati kesetiaannya. Tapi apakah ucapannya terakhir menandakan hubungan kami berakhir? Jika iya, maka sia-sia 8 bulan kami lalui. Aku harus bicara dengannya. Harus. Dia tetap diam saat ku panggil. Dia tetap diam saat aku mengajaknya ke kantin. Dia tetap diam ketika aku kentut. Oh tidak, dia kabur saat itu. Kembali lagi, dia tetap diam saat ku tanyai apakah perkataannya waktu pagi benar-benar serius. Dan... "An, kamu gak denger apa waktu pagi aku bilang apa ke kamu? JANGAN TEMUI AKU LAGI, inget itu". Ya Tuhan, apakah ini...